Tangerang Selatan Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Pamulang (UNPAM), menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema Membangun Literasi Teknologi Generasi Muda melalui Edukasi Internet of Things (IoT) di Flexi School. Sebanyak 50 siswa dan siswi Flexi School mengikuti kegiatan ini. Tujuannya meningkatkan pemahaman generasi muda tentang perkembangan teknologi digital, khususnya IoT, sekaligus memperkenalkan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim yang diketuai Khoirunnisya, S.Kom., M.Kom., dengan anggota Rengga Erlangga, S.Kom., M.Kom. dan Suhanda Saputra, S.Kom., M.Kom. Flexi School berperan sebagai mitra pelaksanaan.
Teknologi digital telah mengubah banyak aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, kesehatan, dan transportasi hingga pengelolaan lingkungan. Salah satu teknologi yang kian penting untuk dipahami adalah IoT, yaitu konsep yang memungkinkan perangkat fisik saling terhubung melalui jaringan untuk mengumpulkan, mengirimkan, dan memanfaatkan data.
Dalam situasi ini, generasi muda perlu dibekali literasi teknologi yang tidak berhenti pada kemampuan menggunakan perangkat. Mereka juga perlu memahami cara kerja teknologi, potensi pemanfaatannya, serta tanggung jawab dalam menggunakannya. Kebutuhan itulah yang melatar belakangi PkM di Flexi School. Melalui edukasi IoT, siswa diharapkan mengenal teknologi secara lebih terarah, memahami prinsip dasarnya, dan tumbuh rasa ingin tahunya terhadap inovasi di sekitar mereka. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud penerapan keilmuan perguruan tinggi untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Ilmu Teknik Informatika dikemas dengan pendekatan edukatif agar mudah dipahami dan sesuai dengan kebutuhan belajar di sekolah.
Selama kegiatan berlangsung, tim membangun suasana belajar yang komunikatif dan partisipatif. Para peserta antusias menyimak materi, menjawab pertanyaan, dan aktif bertanya pada sesi tanya jawab.
Respons tersebut menunjukkan ketertarikan peserta untuk mengenal IoT lebih jauh. Interaksi yang terjadi juga memberi ruang bagi mereka untuk memperjelas pemahaman dan menghubungkan materi dengan pengetahuan serta pengalaman sehari-hari. Materi berfokus pada pengenalan IoT sebagai bagian dari perkembangan teknologi informasi. Agar mudah dipahami, konsep ini dikaitkan dengan contoh yang dekat dengan keseharian, seperti sensor suhu yang terhubung ke sistem pemantauan, perangkat rumah pintar yang dikendalikan secara digital, dan penyiraman tanaman otomatis berbasis sensor kelembapan.
Melalui contoh-contoh tersebut, siswa memahami hubungan antara perangkat fisik, sensor, konektivitas, data, dan sistem digital. Mereka juga melihat peluang penerapan IoT di bidang pendidikan, pertanian, kesehatan, dan pengelolaan energi.
Selain aspek teknis, peserta dikenalkan pada penggunaan teknologi yang bertanggung jawab. Hal ini mencakup keamanan perangkat, perlindungan data pribadi, dan pemanfaatan teknologi sesuai kebutuhan serta tujuan yang bermanfaat.
Bagi siswa, kegiatan ini memperluas wawasan tentang teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan. Pemahaman tentang IoT membantu mereka melihat teknologi bukan sekadar sarana mengakses informasi dan hiburan, tetapi juga alat untuk mengembangkan gagasan dan menghasilkan solusi. Pengenalan IoT juga berpotensi menumbuhkan pola pikir logis, kreativitas, dan minat pada bidang teknologi informasi. Bagi Flexi School, kegiatan ini memperkaya wawasan teknologi peserta didiknya. Bagi UNPAM, PkM menjadi sarana menghadirkan pengetahuan akademik langsung kepada masyarakat sekaligus mempererat kolaborasi dengan institusi pendidikan.
Antusiasme peserta menjadi sinyal positif atas penerimaan kegiatan. Untuk mengukur peningkatan pemahaman secara lebih rinci, diperlukan evaluasi terstruktur, misalnya penilaian sebelum dan sesudah kegiatan. Agar manfaatnya berkelanjutan, edukasi IoT dapat dilanjutkan dengan pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa. Bentuknya antara lain praktik sederhana dengan sensor, pengenalan mikrokontroler, dan simulasi sistem IoT. Peserta juga dapat mengerjakan proyek sederhana, seperti pemantauan suhu ruangan, penyiraman tanaman berbasis sensor, atau pemanfaatan sensor untuk efisiensi energi. Proyek semacam ini menghubungkan konsep teknologi dengan kebutuhan nyata sekaligus melatih kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah.
Kolaborasi UNPAM dan Flexi School berpotensi menjadi landasan untuk memperluas literasi digital secara bertahap. Melalui perencanaan bersama, materi dan metode pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta, ketersediaan sarana, dan tujuan pendidikan. Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi Program Studi Teknik Informatika UNPAM dalam memperluas akses pengetahuan teknologi bagi generasi muda. Ke depan, penguatan literasi teknologi diharapkan berlanjut melalui pembelajaran yang lebih aplikatif, kolaborasi dengan mitra pendidikan, dan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Dengan komitmen menerapkan ilmu secara bermanfaat, UNPAM terus mendorong pendidikan teknologi yang relevan, inklusif, dan mendukung kesiapan generasi muda menghadapi era digital.