
Jakarta, 6 November 2025 — Dalam upaya menumbuhkan kesadaran digital dan etika penggunaan teknologi di kalangan pelajar, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Meningkatkan Kesadaran Kritis terhadap Konten Digital dan Tantangan Etika dalam Pemanfaatan Artificial Intelligence” dilaksanakan di SMK PKP 1 Jakarta. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara dunia pendidikan dan komunitas akademik untuk membentuk generasi muda yang cerdas, bijak, dan bertanggung jawab dalam menghadapi era kecerdasan buatan yang semakin berkembang.
Acara dimulai pukul 8:00 di ruang AXIOO SMK PKP 1 Jakarta, dengan di mulai pendataan peserta dan juga mempersiapkan segala yang di butuhkan dalam acara PKM dosen Universitas pamulang, materi yang akan diberikanpun sangatlah edukatif dan memberikan wawasan yang luas dan juga update dalam perkembangan teknologi di Indonesia. dihadiri oleh jajaran pimpinan sekolah. Hadir dalam kegiatan ini antara lain Yosep Saifulloh, S.T. selaku Kepala Sekolah SMK PKP 1 Jakarta, Siti Nurjanah, M.Pd. selaku Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Rizki Febriansa, S.I.Kom. selaku Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Muhammad Afif Syarifuddin, S.Kom. sebagai Kepala Program Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), Muhammad Wahyudin, S.Ds. sebagai Kepala Program Desain Komunikasi Visual (DKV), serta Nova Kasyfurrahman, S.Kom. sebagai Kepala Program Rekayasa Perangkat Lunak (RPL).

Peserta yang mengikuti kegiatan berjumlah 40 peserta, mulai dari peserta yang dari jurusan DKV, jurusan TJKT, dan Juga jurusan RPL. Dengan pendapingan dari para guru-guru SMK PKP 1 Jakarta tentu menjadi motivasi semangat dalam belajar dan juga mengalih pengetahuan yang belum di ketahui, dengan adanya percepatan kemajuan teknologi ini menang mewajibkan kita terus mempelajarinya dengan baik dan terlebih lagi harus bijak dalam mengunakannya, karna seandai kata kita tidak bisa menyeimbanginya maka akan berdampak negatife untuk diri sendiri dan juga orang lain, dengan menumbuhkan rasa ke ingin mengetahui dunia digital di era sekarang tentu menjadi pemacu para penguna teknologi untuk terus mengeksplorasi.

Dalam sambutannya, Yosep Saifulloh, S.T. menyampaikan pentingnya menanamkan kemampuan berpikir kritis sejak dini, terutama dalam menghadapi derasnya arus informasi di dunia digital. Ia menekankan bahwa siswa tidak hanya perlu menjadi pengguna teknologi, tetapi juga harus memahami dampak sosial dan etika yang menyertainya. Siti Nurjanah, M.Pd. menambahkan bahwa pendidikan di era digital tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga harus menanamkan nilai-nilai etika dan tanggung jawab sosial. Ia berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bagi guru dan siswa untuk terus belajar dan beradaptasi terhadap perubahan teknologi tanpa kehilangan nilai kemanusiaan.

Dengan melihat keaktifan para peserta tentu menjadi dorongan semangat kami untuk memberikan apresiasi berupa kenang-kenangan untuk para peserta, sehingga di kemudian hari para peserta terus menumbuhkan rasa percaya diri dan terus memberikan dampak baik bagi orang lain, tentu bukan hal mudah dalam membangun kepercayaan diri pada setiap orang yang pada dasarnya memiliki kemampuan untuk berkarya, dengan adanya Artificial Intelligence tentu menjadi peluang untuk terus berkembang walapun sebelumnya banyak hambatan, yang terpenting dengan ada nya Artificial Intelligence membuka pengetahuan yang lebih luas tetapi tetap sadar akan etika dalam pengunaanya.

Di akhir kegiatan, perwakilan siswa dari masing-masing jurusan menyampaikan refleksi dan rencana tindak lanjut berupa kampanye internal bertema “Bijak Bermedia dan Beretika dalam Dunia Digital.” Hal ini menjadi langkah konkret agar pesan kegiatan tidak berhenti pada pengetahuan saja, tetapi juga diwujudkan dalam perilaku sehari-hari di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, SMK PKP 1 Jakarta berharap dapat memperkuat budaya literasi digital yang sehat dan menumbuhkan kesadaran etika di era kecerdasan buatan. Acara ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan jajaran pimpinan sekolah sebagai simbol komitmen bersama untuk membangun ekosistem digital yang cerdas, beretika, dan bertanggung jawab.