Skip to content

Nusantara Satu

Satu Nusantara Satu Berita

Primary Menu
  • Beranda
  • Akademik
    • Sekolah
    • Perguruan Tinggi
    • Beasiswa
  • Nasional
    • Daerah
      • Jabodetabek
    • Agama
    • Hukum
    • Politik
      • Pemilu
  • Internasional
  • Lifestyle
    • Olahraga
      • Sport
      • E-Sport
    • Hobi
      • Fashion
      • Film
      • Kuliner
      • Musik
    • Bisnis
    • Karir
    • Kesehatan
    • Travel
  • Teknologi
    • App & OS
    • Games
    • Internet
    • Sains & Tech
    • Teknologi Informasi
  • Lain-lain
    • Penghargaan
    • Mudik
    • Bencana
  • Home
  • 2024
  • December
  • 17
  • Faktor yang Mempengaruhi Rasa Daging Analog
  • Kesehatan
  • Lain-lain
  • Sains & Tech

Faktor yang Mempengaruhi Rasa Daging Analog

admin 17/12/2024

By LIA WILDATUS SHOLIHAH for nusantarasatu.com

–

Tangerang Selatan, 17 Desember 2024 – Permintaan global terhadap daging analog didorong oleh kesadaran akan pentingnya pola makan sehat dan keberlanjutan lingkungan. Proses ekstrusi kelembapan tinggi memungkinkan pembentukan struktur berserat pada protein tanaman, menciptakan tekstur yang menyerupai daging.

Namun, rasa tetap menjadi tantangan utama dalam penerimaan konsumen. Rasa daging analog dipengaruhi oleh komposisi bahan baku, reaksi kimia selama ekstrusi, dan metode penambahan perisa.

Oleh karena itu, memahami senyawa rasa, mekanisme pembentukannya, dan  teknik untuk meningkatkan kualitas rasa menjadi penting untuk pengembangan produk ini. Daging analog memiliki senyawa yang menjadi komponen penyusun rasa, konponen tersebut di tunjukkan dalam gambar di bawah ini.

Gambar senyawa penyusun rasa (sc: Jian wanrong.2024)
LIA WILDATUS SHOLIHAH for nusantarasatu.com

Daging analog berbasis ekstrusi mengandung senyawa rasa yang berasal dari bahan baku, seperti heksanal, dan senyawa baru yang terbentuk melalui reaksi termal selama proses ekstrusi, seperti reaksi Maillard dan oksidasi lipid. Komponen rasa ini meliputi senyawa volatil dan senyawa non-volatil. Senyawa volatil yang ditemukan meliputi aldehida (heksanal, nonanal), keton (2-nonanone, 2-heptanone), dan alkohol (1-oktanol, 1-heksanol). Senyawa ini berkontribusi pada aroma khas seperti bau kacang, rumput, atau rasa bakar.

Sementara senyawa non-volatil meliputi asam amino bebas, asam lemak, dan asam organik. Umami berasal dari senyawa seperti monosodium glutamat (MSG), AMP, dan UMP, sedangkan rasa pahit dihasilkan oleh asam amino seperti triptofan dan fenilalanin (Urlass et al., 2023). Contohnya, pada protein kacang polong, senyawa seperti 2-metilbutanal dan heksanal memberikan kontribusi utama pada aroma yang dihasilkan.

Reaksi Maillard terjadi antara gula pereduksi dan asam amino, menghasilkan senyawa aroma seperti pyrazine dan Strecker aldehid. Reaksi ini menciptakan aroma khas daging seperti panggang atau gurih. Sementara Oksidasi Lipid terjadi pada saat Lemak tak jenuh seperti asam linoleat mengalami degradasi termal, menghasilkan senyawa volatil seperti aldehida dan keton yang memperkaya aroma daging (Jiang et al., 2024).

Proses ekstrusi memengaruhi rasa melalui kondisi suhu tinggi dan tekanan yang menyebabkan degradasi protein, lipid, dan karbohidrat menjadi senyawa aroma. Penambahan bahan seperti rempah-rempah alami selama ekstrusi juga dapat meningkatkan profil rasa. Selain itu, penggunaan polisakarida membantu mengurangi pelepasan komponen rasa tidak diinginkan, seperti aroma kacang-kacangan yang pahit, dengan mengikat senyawa volatil tertentu. Berikut merupakan jalur  perubahan rasa selama proses ekstrusi:

(sc: Jian wanrong.2024)
LIA WILDATUS SHOLIHAH for nusantarasatu.com

Teknik analisis rasa pada daging analog melibatkan metode sensoris dan instrumentasi. Evaluasi sensoris dilakukan menggunakan panelis terlatih untuk menilai atribut rasa, seperti aroma, tekstur, dan rasa melalui analisis deskriptif kuantitatif (QDA). Di sisi lain, analisis instrumentasi melibatkan teknologi canggih, seperti Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) untuk mendeteksi senyawa volatil, Electronic Nose and Tongue untuk simulasi persepsi aroma dan rasa manusia, serta Nuclear Magnetic Resonance (NMR) untuk analisis senyawa non-volatil seperti asam amino dan asam organik.

Untuk masa depan, pengembangan daging analog memerlukan pendekatan yang lebih terpadu, seperti penerapan teknologi pembelajaran mesin untuk memprediksi pengaruh komposisi bahan baku dan parameter ekstrusi terhadap kualitas rasa.

Selain itu, penelitian lanjutan mengenai metode retensi rasa selama penyimpanan dan pemrosesan lanjutan, serta pemilihan jenis protein yang lebih beragam, seperti kedelai, kacang polong, dan mikroalga, diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk.

Dengan pemahaman mendalam tentang komposisi senyawa rasa, mekanisme pembentukannya, dan metode analisis yang tepat, pengembangan daging analog berbasis ekstrusi memiliki prospek yang cerah sebagai alternatif protein berkelanjutan yang ramah lingkungan dan diterima secara luas oleh konsumen.

–

About The Author

admin

See author's posts

Post navigation

Previous: Alasan Mengapa Tata Kelola Perusahaan yang Baik Menjadi Kunci Keberhasilan Bisnis
Next: Pelatihan Web Modern Tingkatkan Kompetensi Siswa SMK Ki Hajar Dewantoro

Artikel Terkait

image
  • Kesehatan

Fiber Maxxing: Mengapa Serat Menjadi ‘Nutrisi Bintang’ Mengalahkan Protein? Konsep: Mengulas tren kesehatan 2026 yang berfokus pada kesehatan usus (gut health) dan bagaimana konsumsi serat tinggi menjadi kunci umur panjang dan metabolisme optimal.

admin 03/01/2026 0
Picture
  • Sains & Tech
  • Teknologi Informasi

Peran Data Science dalam Mempercepat Inovasi Teknologi di Era Digital

admin 22/08/2025 0
Picture
  • Sains & Tech
  • Teknologi

BEYOND REALITY KOMPUTER SEBAGAI JANTUNG INDUSTRI HIBURAN DARI ANIMASI 3D HINGGA IDOLA VIRTUAL

admin 29/06/2025 0

Artikel Terbaru

  • Indonesia Darurat Bencana: Saatnya Belajar dari Alam
  • Mahasiswa Universitas Pamulang Kembangkan Website dan Sistem Pendaftaran Online di MI Miftahusshibyan Tangerang
  • Mahasiswa Universitas Pamulang Kembangkan Sistem Inventory Berbasis Web di Dealer Susu RRS
  • Keamanan Jaringan: Musuh Terbesar Kita Bukan Hacker, Tapi Diri Sendiri
  • Pajak dan Inflasi:Kombinasi Berisiko bagi Ekonomi Rakyat

Kategori

  • Agama
  • Akademik
  • App & OS
  • Bencana
  • Bisnis
  • Daerah
  • Games
  • Hiburan
  • Hukum
  • Internasional
  • Internet
  • Jabodetabek
  • Karir
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lain-lain
  • Lifestyle
  • Local
  • Mudik
  • Musik
  • Nasional
  • Pemilu
  • Penghargaan
  • Perguruan Tinggi
  • Politik
  • Sains & Tech
  • Sekolah
  • Sport
  • Teknologi
  • Teknologi Informasi

Arsip

  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • November 2023
  • October 2023
  • September 2023
  • July 2023
  • June 2023
  • May 2023
  • April 2023

Baca Juga

Picture2
  • Bencana

Indonesia Darurat Bencana: Saatnya Belajar dari Alam

admin 11/01/2026 0
Foto kegiatan PKM - Siti Oliah_page-0005
  • Akademik

Mahasiswa Universitas Pamulang Kembangkan Website dan Sistem Pendaftaran Online di MI Miftahusshibyan Tangerang

admin 10/01/2026 0
WhatsApp Image 2026-01-10 at 17.55.02
  • Akademik

Mahasiswa Universitas Pamulang Kembangkan Sistem Inventory Berbasis Web di Dealer Susu RRS

admin 10/01/2026 0
image
  • Akademik

Keamanan Jaringan: Musuh Terbesar Kita Bukan Hacker, Tapi Diri Sendiri

admin 09/01/2026 0
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.
Nusantara Satu
Hallo Kakak!
Open chat