Skip to content

Nusantara Satu

Satu Nusantara Satu Berita

Primary Menu
  • Beranda
  • Akademik
    • Sekolah
    • Perguruan Tinggi
    • Beasiswa
  • Nasional
    • Daerah
      • Jabodetabek
    • Agama
    • Hukum
    • Politik
      • Pemilu
  • Internasional
  • Lifestyle
    • Olahraga
      • Sport
      • E-Sport
    • Hobi
      • Fashion
      • Film
      • Kuliner
      • Musik
    • Bisnis
    • Karir
    • Kesehatan
    • Travel
  • Teknologi
    • App & OS
    • Games
    • Internet
    • Sains & Tech
    • Teknologi Informasi
  • Lain-lain
    • Penghargaan
    • Mudik
    • Bencana
  • Home
  • 2024
  • September
  • 24
  • Aksi Unjuk Rasa di Hari Tani Nasional: 1.385 Kasus Konflik Agraria Disorot
  • Nasional
  • Politik

Aksi Unjuk Rasa di Hari Tani Nasional: 1.385 Kasus Konflik Agraria Disorot

admin 24/09/2024
HS Duduk

Aksi demontrasi di depan istana negara (source: serikat petani indonesia)

Nusantarasatu.com – Jakarta, 24 September 2024 – Dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional ke-64, ribuan massa yang tergabung dalam Partai Buruh dan Serikat Petani Indonesia (SPI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta, hari ini, Selasa (24/9/2024). Aksi ini dimulai pukul 09.00 WIB di kawasan IRTI-Patung Kuda Indosat, dan akan dilanjutkan menuju Gedung DPR RI pada siang hari.

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menjelaskan bahwa aksi ini digelar untuk menyuarakan berbagai persoalan terkait Reforma Agraria yang dinilai tidak adil. Menurutnya, Reforma Agraria yang dijalankan pemerintah saat ini justru memperparah ketimpangan agraria di Indonesia.

“Reforma agraria satu dekade ini hanya berfungsi melegalisasi kepemilikan tanah yang timpang melalui proyek sertifikasi tanah dan semakin memudahkan korporasi besar menguasai lahan rakyat dengan dalih Proyek Strategis Nasional (PSN) dan isu perubahan iklim,” tegas Said Iqbal.

Ketua Umum SPI, Henry Saragih, menambahkan bahwa undang-undang terkait agraria, seperti UU No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA 1960), tidak dijadikan rujukan dalam kebijakan Reforma Agraria yang dijalankan pemerintah. Sebaliknya, UU Cipta Kerja (Omnibus Law) semakin memperburuk kondisi pekerja dan petani di Indonesia.

“Selain itu, konflik agraria semakin meningkat, dengan 1.385 kasus pengaduan masyarakat terkait konflik agraria tercatat oleh Kemenko Perekonomian dan Kantor Staf Presiden (KSP) dalam tujuh tahun terakhir. Sayangnya, hanya 70 lokasi yang dijadikan Lokasi Prioritas Reforma Agraria (LPRA), dan baru 24 LPRA yang berhasil diselesaikan,” tambah Henry Saragih.

Para demonstran menuntut pemerintah untuk memperbaiki pelaksanaan Reforma Agraria yang berpihak kepada rakyat, serta segera menyelesaikan konflik agraria yang terus meluas. Aksi ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi pemerintah untuk lebih serius dalam menangani isu agraria dan memperhatikan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.

4o

About The Author

admin

See author's posts

Post navigation

Previous: Udara Gerah di Jakarta: Kenali Efek Equinox pada Cuaca
Next: Jadwal dan Lokasi Samsat Keliling untuk Pembayaran PKB di Jakarta dan Sekitarnya

Artikel Terkait

image
  • Nasional

Perencanaan dan Pengembangan SDM sebagai Strategi Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Perusahaan

admin 10/10/2026 0
image
  • Agama
  • Politik

Ingatkan Visi 5 Tahun, Peradah Indonesia Dorong PHDI Perkuat Pendidikan, Kepemudaan Hingga Representasi Politik Nasional

admin 09/10/2026 0
image
  • Nasional
  • Perguruan Tinggi
  • Teknologi
  • Teknologi Informasi

“Mahasiswa Universitas Pamulang Kembangkan Sistem Informasi Manajemen Terintegrasi (SIMDU) untuk SMK Darul Ulum melalui Program Project Work”

admin 08/10/2026 0

Artikel Terbaru

  • Kita Kekurangan Karyawan, atau Kekurangan Perencanaan?
  • Perencanaan dan Pengembangan SDM sebagai Strategi Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Perusahaan
  • Peradah Indonesia Dorong PHDI Lebih Responsif dan Terukur, Calon Ketua Diminta Paparkan Visi Lima Tahun
  • Ingatkan Visi 5 Tahun, Peradah Indonesia Dorong PHDI Perkuat Pendidikan, Kepemudaan Hingga Representasi Politik Nasional
  • Literasi Digital: Bekal Wajib Mahasiswa di Era 5.0

Kategori

  • Agama
  • Akademik
  • App & OS
  • Bencana
  • Bisnis
  • Daerah
  • Games
  • Hiburan
  • Hukum
  • Internasional
  • Internet
  • Jabodetabek
  • Karir
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Lain-lain
  • Lifestyle
  • Local
  • Mudik
  • Musik
  • Nasional
  • Olahraga
  • Pemilu
  • Penghargaan
  • Perguruan Tinggi
  • Politik
  • Sains & Tech
  • Sekolah
  • Sport
  • Teknologi
  • Teknologi Informasi

Arsip

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • January 2024
  • December 2023
  • November 2023
  • October 2023
  • September 2023
  • July 2023
  • June 2023
  • May 2023
  • April 2023

Baca Juga

image
  • Bencana
  • Bisnis

Kita Kekurangan Karyawan, atau Kekurangan Perencanaan?

admin 10/10/2026 0
image
  • Nasional

Perencanaan dan Pengembangan SDM sebagai Strategi Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Perusahaan

admin 10/10/2026 0
image
  • Akademik

Peradah Indonesia Dorong PHDI Lebih Responsif dan Terukur, Calon Ketua Diminta Paparkan Visi Lima Tahun

admin 09/10/2026 0
image
  • Agama
  • Politik

Ingatkan Visi 5 Tahun, Peradah Indonesia Dorong PHDI Perkuat Pendidikan, Kepemudaan Hingga Representasi Politik Nasional

admin 09/10/2026 0
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.
Nusantara Satu
Hallo Kakak!
Open chat