
DEPOK – Universitas Pamulang (UNPAM) melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berhasil menyelenggarakan pelatihan “Pemanfaatan AI untuk Desain Grafis” di SMK Pondok Petir, Depok, pada Senin, 26 Mei 2025. Kegiatan yang diikuti oleh 40 siswa jurusan Teknik Grafika ini bertujuan membekali generasi muda dengan keterampilan teknologi terdepan dalam bidang desain grafis menggunakan kecerdasan buatan, dengan pelaksanaan di bawah koordinasi Jerry Valentino sebagai ketua pelaksana, bersama anggota tim yaitu Firman Nugraha, Syahrul Fadhilah, Zulfikar Isyraf S, Nanda Setiawan, Nuril Fadhillah, Muhammad Rafi Nugraha, Riyan Permana, dan berlangsung dengan bimbingan dosen pendamping ibu Yuliana, S.Kom., M.Kom.
Dalam era transformasi digital saat ini, integrasi teknologi AI dalam industri kreatif bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak. Siswa SMK sebagai calon tenaga kerja terampil dituntut menguasai teknologi terbaru agar dapat bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif. Melalui kegiatan PKM ini, UNPAM berkomitmen menjembatani kesenjangan antara pendidikan dan kebutuhan industri, khususnya dalam sektor desain grafis yang terus berkembang pesat.

Kegiatan ini disambut baik oleh pihak sekolah, di mana beberapa pihak terlibat aktif dalam acara ini, pelatihan ini dilaksanakan dalam bentuk workshop interaktif selama dua jam, mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan yang disampaikan oleh pihak sekolah. disusul oleh sambutan dari Ketua Pelaksana yang memperkenalkan maksud dan tujuan kegiatan PKM ini kepada seluruh audiens. Selanjutnya, acara berlanjut ke sesi inti, di mana para peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoretis, tetapi juga terlibat secara langsung dalam praktik pembuatan berbagai desain dengan memanfaatkan prompt AI yang efektif.
Tim PKM yang terdiri dari satu dosen dan tujuh mahasiswa memberikan bimbingan personal kepada setiap peserta. Materi yang disampaikan meliputi dasar-dasar AI generatif, teknik prompt engineering untuk desain, optimalisasi hasil output AI, dan etika penggunaan AI dalam industri kreatif. Antusiasme siswa terlihat jelas dari banyaknya pertanyaan yang diajukan dan semangat mereka dalam mencoba berbagai teknik yang diajarkan.
Kegiatan ini memberikan dampak signifikan bagi peserta, terutama dalam meningkatkan pemahaman teknologi terkini dan keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan. Siswa mendapatkan wawasan baru tentang efisiensi kerja menggunakan AI, sekaligus memahami pentingnya tetap mempertahankan kreativitas dan originalitas dalam berkarya. Program ini juga membekali mereka dengan kompetensi yang relevan untuk memasuki dunia kerja atau melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.


Program PKM ini merupakan wujud nyata komitmen UNPAM dalam memajukan pendidikan vokasi di Indonesia. Kami berharap siswa dapat memanfaatkan teknologi AI sebagai alat bantu kreatif, bukan pengganti kreativitas manusia. Kolaborasi antara kecerdasan buatan dan kreativitas manusia akan menghasilkan karya desain yang lebih inovatif dan berkualitas,
Materi Pengabdian : Pemanfaatan AI untuk Desain Grafis

Sementara itu, menurut salah siswa yang mengikuti kegiatan ini, mengapresiasi kegiatan tersebut. “Sebelumnya saya hanya mendengar tentang AI dari media sosial, tapi sekarang saya bisa langsung praktik membuat poster dan logo dengan hasil yang menakjubkan. Pelatihan ini membuka mata saya bahwa AI bisa menjadi partner kreatif yang luar biasa,” katanya dengan antusias.


Kepala SMK Pondok Petir, Drs. H.Nendih,M.M., juga menyampaikan apresiasinya. “Mengucapkan terima kasih kepada tim PKM UNPAM yang telah memberikan kesempatan berharga bagi siswa-siswi kami. Kerjasama dengan UNPAM sangat bermanfaat bagi pengembangan kompetensi siswa kami. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini dan ke depan. Kami berharap program seperti ini dapat berkelanjutan dan diperluas ke bidang-bidang lainnya.”
Penutupan dan Dokumentasi
Sebagai penutup, kami mengadakan sesi dokumentasi dan pemberian plakat kepada pihak sekolah untuk mengabadikan momen bersama seluruh peserta kegiatan, termasuk Kepala Sekolah dan jajaran guru yang terlibat. Dokumentasi ini diharapkan menjadi kenang-kenangan serta simbol komitmen bersama dalam mengembangkan dan memperkenalkan ilmu pengetahuan kepada generasi muda.


