Penulis: Fajar alamin
Jakarta – Vicky Prasetyo kembali menjadi sorotan publik setelah menegaskan komitmennya untuk bertanggung jawab atas kelahiran calon buah hatinya bersama Fangfang. Melalui tim kuasa hukumnya, Vicky mengungkapkan telah menyiapkan dana sebesar Rp50 juta untuk biaya persalinan yang direncanakan berlangsung di sebuah rumah sakit di Semarang, Jawa Tengah. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas isu yang menyebut dirinya menelantarkan Fangfang yang kini tengah memasuki masa akhir kehamilan.
Kuasa hukum Vicky Prasetyo, Sunan Kalijaga, menjelaskan bahwa keputusan lokasi persalinan telah disepakati bersama. Menurutnya, Vicky bahkan meminta Fangfang memilih paket persalinan terbaik demi memastikan keselamatan ibu dan bayi, meskipun terdapat pilihan biaya yang lebih rendah.
Selain menanggung biaya persalinan, Vicky juga diklaim terus memberikan nafkah kepada Fangfang selama menjalani kehamilan. Tim kuasa hukum menyebut komunikasi antara keduanya masih berjalan dengan baik, termasuk terkait kebutuhan sehari-hari hingga persiapan menjelang proses kelahiran.
Melalui sambungan video dalam konferensi pers, Vicky menegaskan bahwa kelahiran anak merupakan momen yang sangat penting baginya. Ia menyatakan telah mempersiapkan kebutuhan finansial untuk proses persalinan sekaligus biaya hidup bagi Fangfang dan keluarganya di Semarang. Langkah tersebut, menurutnya, merupakan bentuk tanggung jawab sebagai seorang ayah.
Pernyataan ini muncul setelah sebelumnya beredar pengakuan Fangfang yang mengaku belum memiliki biaya operasi persalinan dan merasa kurang mendapatkan perhatian. Perbedaan pernyataan dari kedua belah pihak kemudian menjadi perhatian publik dan memicu berbagai spekulasi di media sosial.
Terlepas dari polemik yang berkembang, kasus ini mengingatkan pentingnya komunikasi, transparansi, dan tanggung jawab dalam kehidupan keluarga, terlebih ketika menyangkut kesehatan ibu dan anak. Publik pun berharap seluruh proses persalinan dapat berjalan dengan lancar sehingga keselamatan ibu dan bayi tetap menjadi prioritas utama.