Penulis: Fajar alamin
Jakarta, Juni 2026 – Fenomena kuliner dengan porsi ekstrem, seperti tren “mie segunung” yang sempat viral di Pekan Raya Jakarta (PRJ), kembali menarik perhatian publik. Meski terlihat menarik dan menantang untuk dicoba, para ahli kesehatan mengingatkan masyarakat akan risiko kesehatan jangka pendek hingga jangka panjang akibat pola makan berlebihan (overeating).
Berdasarkan tinjauan medis, mengonsumsi makanan dalam porsi yang sangat besar secara sekaligus dapat memberikan beban berlebih pada sistem pencernaan dan metabolisme tubuh.
Mengenali Sinyal “S.O.S” dari Tubuh
Dokter gizi menekankan pentingnya mendengarkan sinyal alami tubuh sebelum dan sesudah makan. Saat seseorang mengonsumsi makanan melebihi kapasitas lambung, tubuh akan memberikan sinyal sebagai bentuk pertahanan diri:
- Rasa Kembung dan Begah yang Ekstrem: Hal ini terjadi karena lambung yang terisi terlalu penuh akan menekan organ di sekitarnya dan memperlambat proses pengosongan lambung.
- Rasa Kantuk Berlebih (Food Coma): Lonjakan kadar gula darah yang drastis setelah mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah besar memicu respons insulin, yang seringkali menyebabkan rasa lelah atau kantuk hebat setelah makan.
- Naiknya Asam Lambung: Porsi makan yang berlebihan meningkatkan tekanan pada sfingter esofagus bagian bawah, sehingga memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan (heartburn).
Imbauan untuk Masyarakat
Pakar kesehatan menyarankan agar masyarakat tidak sekadar mengikuti tren demi konten, melainkan tetap memprioritaskan prinsip gizi seimbang. Makanlah dengan metode mindful eating atau makan secara perlahan agar otak memiliki cukup waktu untuk menerima sinyal kenyang dari lambung.
“Menikmati kuliner kekinian boleh saja, namun frekuensi dan porsi harus tetap diperhatikan. Jangan sampai tren sesaat justru menjadi pemicu gangguan kesehatan metabolik di kemudian hari,” ungkap para ahli melalui kanal kesehatan.
Masyarakat diimbau untuk selalu bijak dalam memilih makanan, terutama makanan dengan kandungan natrium tinggi yang biasanya terdapat dalam sajian mi instan porsi besar, guna menjaga tekanan darah dan kesehatan ginjal tetap optimal.