Perkembangan teknologi informasi yang pesat saat ini membawa perubahan signifikan terhadap manajemen sumber daya manusia di sektor industri, khususnya dalam pengelolaan data kehadiran. PT LVD Induction Indonesia, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan perlengkapan listrik, sebelumnya masih mengandalkan sistem presensi konvensional atau manual yang memiliki banyak kelemahan, seperti tingginya potensi kecurangan, rendahnya akurasi pencatatan data, serta keterbatasan pemantauan secara real-time. Guna mengatasi permasalahan tersebut, sebuah proyek Kerja Praktek (KP) dilaksanakan oleh kelompok mahasiswa yang terdiri dari Bagus Arya Sena, Muhammad Riski, dan Natalius Dachi. Di bawah arahan dan bimbingan Ibu Afiani Agus Abdillah, S.Kom., M.Kom., selaku Dosen Pembimbing Kuliah Kerja Praktek, tim berhasil merancang dan membangun sistem aplikasi presensi modern yang berbasis mobile Android dengan mengintegrasikan teknologi Global Positioning System (GPS).
Sistem ini dikembangkan menggunakan metode Software Development Life Cycle (SDLC) dengan model Waterfall yang mencakup tahap analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, hingga pemeliharaan. Seluruh data kebutuhan sistem dihimpun melalui observasi langsung, studi pustaka, serta wawancara mendalam bersama pihak manajemen HRD dan karyawan. Dalam aspek teknis pembangunannya, aplikasi ini mengadopsi framework Flutter sebagai fondasi antarmuka (frontend) Android, serta didukung oleh Firebase Authentication dan Cloud Firestore sebagai layanan berbasis awan (backend) untuk proses otentikasi serta penyimpanan basis data secara real-time.

Aplikasi presensi yang dihasilkan memiliki dua hak akses utama dengan fitur-fitur yang komprehensif, yaitu untuk karyawan dan administrator. Pada sisi karyawan, fitur utama mencakup modul otentikasi akun, pencatatan check-in (masuk) dan check-out (pulang), serta akses ke riwayat kehadiran pribadi. Sistem ini menerapkan metode validasi ganda yang sangat ketat: pertama, lokasi koordinat karyawan disaring melalui teknologi geofencing berbasis GPS untuk memastikan presensi hanya bisa dilakukan jika berada di dalam radius kantor yang sah ; kedua, karyawan diwajibkan mengambil foto selfie sebagai bukti fisik kehadiran terverifikasi. Sementara itu, pihak admin dibekali dengan dashboard manajemen untuk memantau rekapitulasi kehadiran seluruh karyawan secara terpusat, mengelola status keaktifan akun, serta mengekspor laporan absensi ke dalam format PDF dan Excel.
Sebelum diimplementasikan penuh, aplikasi telah melalui serangkaian pengujian sistem (system testing) langsung pada perangkat Android untuk memvalidasi performa fitur kamera, GPS, dan aturan keamanan berbasis peran (security rules). Hasil pengujian menunjukkan status berhasil pada seluruh skenario utama, termasuk penolakan otomatis oleh sistem apabila karyawan mencoba melakukan presensi di luar radius kantor atau mencoba melakukan presensi pulang tanpa melakukan check-in terlebih dahulu. Kompresi foto selfie menjadi format base64 terenkripsi yang langsung disimpan ke Cloud Firestore juga terbukti menghemat alokasi penyimpanan tanpa mengurangi validitas data.

Secara keseluruhan, implementasi aplikasi presensi berbasis Android dan GPS ini berhasil membawa dampak positif yang masif bagi efisiensi operasional PT LVD Induction Indonesia. Sistem baru ini terbukti efektif dalam meminimalisir celah kecurangan, meningkatkan akurasi data kehadiran, dan mereduksi beban kerja administratif HRD dalam rekapitulasi bulanan. Dengan tersedianya data yang transparan dan real-time, perusahaan tidak hanya dapat mengoptimalkan kedisiplinan dan produktivitas karyawan, tetapi juga memiliki dasar data yang kuat untuk pengambilan keputusan manajerial secara cepat dan tepat.