
TANGERANG SELATAN — Tim mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang (Unpam) sukses merancang dan mengimplementasikan sistem Website Profile dan Pusat Literasi Digital terintegrasi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Rengas. Tim yang beranggotakan Aditya Tangkas Mardatila, Mohamad Tohari Maolana, dan Rizky Zumar Ramadhan meluncurkan dan menyerahkan sistem tersebut pada Rabu, 3 Juni 2026 sebagai bagian dari pelaksanaan program Kerja Praktek (KP).
Pengembangan platform digital ini dilatarbelakangi oleh proses penyampaian informasi di SDN Rengas yang sebelumnya masih berjalan secara konvensional. Selama ini, pihak sekolah banyak mengandalkan penyebaran pamflet fisik dan grup media sosial, yang kerap memunculkan keterbatasan jangkauan informasi, risiko miskomunikasi dengan masyarakat, serta kurangnya detail data. Selain itu, belum adanya fasilitas digital yang terpusat untuk mendukung kegiatan literasi para siswa menjadi tantangan tersendiri dalam mewujudkan sistem edukasi modern yang efisien.
“Melihat kondisi di lapangan, kami merancang sebuah ekosistem digital yang tidak hanya berfungsi sebagai portal informasi publik, tetapi juga sebagai media edukasi. Pusat Literasi Digital ini kami bangun agar siswa bisa mengakses buku bacaan dan modul pembelajaran dengan mudah, menarik, dan interaktif,” ujar Aditya, mewakili tim mahasiswa Unpam.
Sistem yang dikembangkan secara inovatif ini menggabungkan dua fungsi utama menjadi satu kesatuan ekosistem digital yang utuh. Adapun beberapa fitur unggulan yang dirancang di dalam sistem terpadu ini antara lain:
- Website Profil Sekolah Terintegrasi: Menyajikan informasi resmi mengenai identitas, visi-misi, fasilitas, kegiatan ekstrakurikuler, daftar tenaga pendidik, hingga galeri sekolah secara transparan agar mudah diakses oleh masyarakat luas dan wali murid tanpa batasan ruang dan waktu.
- Digital Literacy Hub (Pusat Literasi Digital): Fasilitas membaca interaktif yang menyediakan modul pembelajaran dan buku elektronik (e-book) berbasis PDF Flipbook. Fitur ini dilengkapi dengan lencana (badge) “Trending” dan “Populer” yang dirancang secara khusus oleh Mohamad Tohari dan Rizky Zumar untuk memberikan efek psikologis positif yang memicu ketertarikan siswa lain agar lebih bersemangat dalam membaca.
- Manajemen Konten Ramah Guru (Headless CMS): Didukung oleh teknologi Sanity CMS, para guru atau staf tata usaha dapat memperbarui berita, mengubah pengumuman, atau mengunggah modul bacaan baru secara mandiri dan real-time tanpa harus berinteraksi dengan baris kode pemrograman yang rumit.
- Sistem Analitik Anonim & Keamanan Data: Menggunakan Supabase untuk melacak tren buku yang paling sering dibaca siswa. Proses pelacakan ini berjalan secara anonim, sehingga pihak sekolah dapat mengevaluasi minat baca siswa tanpa mengorbankan privasi dan keamanan data mereka.

Gambar 2 Tampilan beranda utama Website Profile dan Pusat Literasi Digital SDN Rengas yang informatif dan mobile-friendly.
Dalam proses pembangunannya, sistem ini dirancang menggunakan metode Waterfall yang sistematis—dimulai dari analisis kebutuhan bersama pihak sekolah, perancangan arsitektur antarmuka, pengkodean, hingga pengujian fungsionalitas akhir.
Dari sisi infrastruktur teknologi, website ini mengimplementasikan arsitektur Jamstack modern yang memisahkan secara total (decoupling) antara lapisan presentasi (frontend) dan manajemen data (backend). Lapisan frontend dibangun menggunakan framework React JS guna memastikan kecepatan rendering komponen antarmuka yang optimal, menghasilkan website yang ringan, responsif, dan sangat mobile-friendly saat diakses melalui perangkat pintar jenis apa pun.

Gambar 3 Proses presentasi dan demonstrasi penggunaan sistem manajemen konten kepada jajaran guru SDN Rengas.
Kepala Sekolah SDN Rengas, Ali Mustopa, S.Pd.I., menyambut baik inisiatif dan kontribusi nyata dari tim mahasiswa Unpam ini. “Inovasi ini sangat membantu tata usaha kami dalam mengelola pengumuman agar lebih transparan kepada publik. Lebih dari itu, fasilitas literasi digitalnya menjadi terobosan baru untuk meningkatkan minat baca anak-anak kami dengan cara yang lebih menyenangkan dan sesuai dengan era digital,” ungkapnya saat sesi sosialisasi program.
Hasil pengujian tahap akhir menunjukkan seluruh alur fungsionalitas sistem berjalan dengan sangat baik dan valid, mulai dari performa transisi halaman hingga manajemen penyimpanan file di database. Melalui penerapan ekosistem digital karya mahasiswa Unpam ini, diharapkan SDN Rengas dapat terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi pendidikan, meningkatkan efisiensi administrasi, sekaligus menciptakan generasi siswa sekolah dasar yang melek literasi digital sejak dini.