Penulis: Fajar alamin
Tangerang, 19 Februari 2026 — Pelaksanaan salat Tarawih perdana di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) berlangsung khidmat dan dihadiri oleh ratusan jamaah yang terdiri dari para pekerja konstruksi, aparatur sipil negara yang bertugas, serta masyarakat sekitar. Momentum ini menjadi salah satu kegiatan keagamaan terbesar sejak kawasan inti IKN mulai beroperasi secara bertahap.
Acara dimulai setelah salat Isya dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan tausiyah singkat mengenai makna Ramadan sebagai bulan refleksi, kedamaian, serta penguatan persatuan. Para jamaah tampak antusias mengikuti rangkaian ibadah, yang menjadi simbol semakin hidupnya aktivitas sosial dan spiritual di kawasan ibu kota baru tersebut.
Penyelenggara kegiatan bekerja sama dengan otoritas wilayah memastikan kenyamanan jamaah melalui penataan area ibadah, penyediaan tempat wudu tambahan, serta pengaturan ruang shalat untuk laki-laki dan perempuan. Sistem pencahayaan, tata suara, dan fasilitas sementara didukung oleh tim teknis lapangan sehingga rangkaian ibadah dapat berjalan tertib.
Perwakilan Otorita IKN menyampaikan bahwa kegiatan Tarawih ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kehidupan bermasyarakat seiring berkembangnya ekosistem pemukiman dan perkantoran di kawasan tersebut. Kehadiran para jamaah disebut sebagai tanda tumbuhnya komunitas baru yang saling terhubung tidak hanya melalui aktivitas kerja, tetapi juga melalui kegiatan spiritual bersama.
Sementara itu, tokoh agama lokal menekankan pentingnya menjadikan momen Ramadan di IKN sebagai contoh harmoni dan keberagaman yang menjadi ciri khas Indonesia. Ia berharap ibadah Tarawih dapat terus dilaksanakan secara konsisten dan menjadi penguat nilai sosial di tengah masyarakat yang berasal dari berbagai daerah di Nusantara.
Rangkaian kegiatan Ramadan di IKN dijadwalkan berlanjut dengan kajian tematik, pembinaan rohani bagi pekerja, serta agenda berbagi kepada masyarakat sekitar. Pemerintah dan panitia setempat memastikan seluruh agenda dilakukan dengan tetap mengutamakan kenyamanan, inklusivitas, serta keselamatan jamaah.
Pelaksanaan Tarawih perdana tahun ini menjadi penanda penting bertumbuhnya kehidupan komunitas di Nusantara, yang tidak hanya berkembang sebagai pusat pemerintahan baru, tetapi juga sebagai ruang peradaban yang mengedepankan spiritualitas dan kebersamaan.