TANGERANG SELATAN – Era digital menuntut setiap sektor industri untuk beradaptasi, tak terkecuali dalam manajemen fasilitas gedung. Menjawab tantangan tersebut, Rizki Armayoga, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang (UNPAM), berhasil mengembangkan sebuah terobosan sistem inventaris yang kini diadopsi oleh Gedung Jaya. Sistem bernama “Sistem Informasi Manajemen Gudang Teknik” ini dirancang untuk menggantikan proses pencatatan stok material yang selama bertahun-tahun dilakukan secara manual menggunakan buku besar. Implementasi ini merupakan hasil dari kegiatan Kerja Praktek (KP) yang dilakukan Rizki selama dua bulan di departemen teknik gedung tersebut

Efisiensi Lewat Teknologi Tepat Guna
Dalam pengembangannya, Rizki menggunakan metode Waterfall yang sistematis, mulai dari analisis kebutuhan hingga pengujian. Aplikasi ini dibangun berbasis web menggunakan bahasa pemrograman PHP Native dan database MySQL.
“Pemilihan teknologi ini didasarkan pada kebutuhan lapangan. Sistem harus ringan (lightweight), cepat diakses, dan tidak membebani perangkat komputer yang sudah ada di kantor,” jelas Rizki, mahasiswa angkatan 2022 tersebut.
Sebelum adanya sistem ini, teknisi sering mengalami kendala selisih stok fisik dan kesulitan melacak riwayat penggunaan barang. Kini, seluruh data stok, mulai dari kategori Mekanikal, Elektrikal, hingga Sipil, dapat dipantau secara real-time melalui dasbor digital.

Fitur Unggulan: Approval Digital
Salah satu fitur yang paling diapresiasi oleh pengguna adalah mekanisme permintaan barang (request) dan persetujuan (approval) secara digital.
“Fitur ini memangkas birokrasi. Teknisi cukup input kebutuhan dari HP atau laptop, dan Admin Gudang bisa langsung menyetujui. Stok akan berkurang otomatis, jadi laporannya pasti akurat,” tambah Rizki.
Apresiasi dari Dunia Industri
Penerapan sistem ini mendapat sambutan positif dari pihak Gedung Jaya. Bapak Mahfudin, salah satu staf senior di Departemen Teknik, mengungkapkan bahwa kehadiran aplikasi ini sangat membantu operasional harian mereka.
“Sangat membantu sekali. Dulu kami harus bolak-balik cek catatan kertas, sekarang tinggal lihat di layar sudah ketahuan mana barang yang habis dan mana yang harus dibeli (restock). Pekerjaan jadi lebih rapi dan transparan,” ujar Mahfudin.

Sinergi Kampus dan Industri
Keberhasilan Rizki Armayoga dalam menciptakan solusi digital ini menjadi bukti nyata kompetensi mahasiswa Universitas Pamulang dalam menjawab kebutuhan industri. Diharapkan, kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut, di mana mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan dunia kerja.